
Pertanian Indonesia tengah menghadapi tantangan serius: kebutuhan peningkatan produktivitas di tengah keterbatasan tenaga kerja dan tekanan terhadap efisiensi waktu tanam. Menyadari hal ini, Harfia Agriculture hadir dengan pendekatan yang bukan hanya menjual alat, tetapi juga memastikan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengoperasikannya. Melalui program Temu Tani Harfia yang digelar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Harfia membawa misi edukasi langsung ke lapangan.
Acara ini bukan sekadar ajang tatap muka antara perusahaan dan pengguna, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Harfia untuk memperkuat literasi mekanisasi pertanian. Pelatihan tidak dilakukan secara terpusat, melainkan dibagi menjadi empat wilayah berbeda berdasarkan sebaran geografis dan populasi unit traktor Harfia di OKI yang mencapai 133 unit. Pendekatan ini bertujuan agar pelatihan bersifat lebih tepat guna, efisien, dan menyentuh langsung kebutuhan tiap kelompok petani di wilayah masing-masing.
Produk utama yang disosialisasikan dalam kegiatan ini adalah HTR-855, traktor roda empat andalan dari Harfia Agriculture. Traktor ini dirancang untuk menjawab kebutuhan petani Indonesia dalam berbagai kondisi lahan, khususnya sawah dan lahan tadah hujan. Dengan kapasitas mesin yang tangguh namun efisien, HTR-855 menjadi solusi praktis dalam mempercepat proses pengolahan lahan tanpa mengorbankan ketahanan mesin.
Baca Juga:
Harfia Agriculture Dukung Petani Sumenep Menuju Swasembada Jagung dengan Teknologi Moder
Traktor HTR-855 juga menawarkan kemudahan operasional bagi petani yang belum terbiasa menggunakan alat berat. Dilengkapi dengan fitur ergonomis, pengoperasian intuitif, serta kemudahan perawatan, traktor ini menjadi alat bantu ideal untuk meningkatkan efisiensi tanam. Dalam konteks Kabupaten OKI, traktor ini sangat relevan untuk mendukung target peningkatan Indeks Pertanaman (IP) serta menekan biaya tenaga kerja.
Pelatihan pertama dilaksanakan pada Kamis, 15 Mei 2025, bertempat di Desa Tugu Jaya, Kecamatan Lempuing, OKI. Lokasi ini dipilih dengan mempertimbangkan konsentrasi penerima unit dan aksesibilitas wilayah. Sesi ini menjadi pembuka dari rangkaian pelatihan yang akan dilaksanakan di tiga wilayah lain, yakni termasuk Jejawi sebagai lokasi Pelatihan II, selanjutnya akan dilaksanakan di Air Sugihan & Sungai Menang yang menjangkau kelompok penerima unit di kawasan barat OKI.
Dalam kesempatan tersebut, apresiasi diberikan kepada 133 Kelompok Tani (Poktan) atau Brigade Pangan yang hadir saat acara Temu Tani Harfia. “Merupakan sebuah wujud komitmen Harfia dalam meningkatkan semangat produktivitas petani, juga sebagai pesan akan pentingnya perawatan unit alsintan untuk mendukung performa teknologi mesin pertanian di Ogan Komering Ilir,” ucap Aswan.
Pemecahan pelatihan ke dalam empat sesi regional ini merupakan strategi untuk mengoptimalkan interaksi antara mekanik Harfia dan peserta. Dengan kelompok yang lebih kecil, proses edukasi menjadi lebih intensif, dan waktu praktik di lapangan dapat dialokasikan secara lebih proporsional untuk setiap peserta. Harfia ingin memastikan bahwa setiap petani tidak hanya hadir, tetapi juga memahami dan bisa mengoperasikan HTR-855 secara mandiri pasca pelatihan.
Dalam setiap sesi, pelatihan dibagi menjadi dua bagian utama: penyampaian materi teknis dan simulasi langsung. Materi meliputi pengenalan fitur HTR-855, prosedur pengoperasian standar, dan teknik perawatan harian. Mekanik Harfia memberikan penjelasan secara rinci dan terbuka untuk sesi tanya jawab seputar tantangan yang biasa dihadapi petani di lapangan.
Praktik lapangan menjadi bagian krusial dari pelatihan. Petani diberikan kesempatan langsung untuk menjalankan traktor, mencoba berbagai fitur seperti rotari, transmisi, dan kontrol kemudi. Dengan metode belajar aktif ini, Harfia ingin membentuk kebiasaan kerja yang aman dan efisien sejak awal, serta membangun kepercayaan diri petani dalam mengelola alat yang mereka miliki.
Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten OKI, termasuk Bupati, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta PPL dan Camat dari wilayah pelatihan. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas kontribusi Harfia dalam mendampingi petani secara teknis, bukan hanya sebatas penyedia alat. Hal ini dinilai sejalan dengan semangat nasionalisasi mekanisasi dan penguatan ketahanan pangan daerah.
Model pelatihan seperti ini dinilai efektif karena menjawab langsung kebutuhan di lapangan: petani bukan hanya menerima alat, tetapi juga pengetahuan untuk menggunakannya secara optimal dan berkelanjutan. Pemerintah berharap program serupa bisa dilanjutkan di wilayah lain yang memiliki potensi pengembangan lahan produktif.
Hasil nyata dari pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri petani dalam menggunakan alat dan mesin pertanian, khususnya traktor roda empat HTR-855. Bagi banyak peserta, ini merupakan pengalaman pertama mendapatkan pelatihan langsung dari tenaga teknis berpengalaman. Mereka tidak lagi melihat traktor sebagai alat yang rumit atau menakutkan, melainkan sebagai solusi kerja yang bisa dikuasai dan dimanfaatkan secara optimal. Pendekatan pelatihan yang bertahap, dari teori ke praktik, membantu menghilangkan keraguan dan membentuk rasa percaya diri dalam pengoperasian dan perawatan alat.
Lebih dari itu, pelatihan ini mengubah cara pandang petani terhadap teknologi pertanian. Alsintan tidak lagi dianggap sebagai barang mahal yang hanya untuk kalangan tertentu, tetapi sebagai kebutuhan nyata untuk meningkatkan efisiensi dan hasil panen. Harfia percaya bahwa mekanisasi pertanian hanya akan berhasil jika didampingi dengan edukasi yang tepat. Karena itu, Harfia Agriculture hadir sebagai mitra yang bukan hanya menyediakan teknologi, tetapi juga berkomitmen mendampingi petani dalam setiap langkah menuju pertanian yang lebih efisien, mandiri, dan modern.
Dengan pelaksanaan pelatihan yang dibagi berdasarkan wilayah, Harfia Agriculture menunjukkan komitmen untuk tidak hanya hadir secara nasional, tetapi juga relevan secara lokal. Sebaran 133 unit HTR-855 di OKI menjadi bukti bahwa Harfia dipercaya oleh petani, dan kini melalui pelatihan ini, kepercayaan tersebut dijaga dengan edukasi langsung yang terstruktur dan aplikatif.
Ke depan, Harfia akan terus memperluas pendekatan ini ke berbagai daerah potensial di Indonesia. Visi kami bukan hanya menjadi penyedia alsintan, tetapi sebagai mitra yang mengedukasi dan memberdayakan petani Indonesia untuk mewujudkan pertanian yang modern, efisien, dan berkelanjutan.