Mewujudkan Pertanian Modern Lewat Sinergi HKTI dan Harfia Agriculture di Munas HKTI X 2025

Terbit : 28 June 2025
Font +
Font -

Musyawarah Nasional (Munas) X Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang digelar 24 Juni 2025 di Auditorium Kementerian Pertanian RI, menjadi panggung besar dalam transformasi sektor pertanian nasional. Dengan tema “HKTI Mewujudkan Pertanian Modern dan Struktur Pedesaan Maju”, acara ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi kebijakan, tetapi juga momentum afirmasi dukungan lintas sektor termasuk dari pelaku industri seperti Harfia Agriculture.

Baca Juga: Traktor Tangguh Harfia HTR-445 Bantu Petani Majumu Tengah Tingkatkan Hasil PanenTraktor Tangguh Harfia HTR-445 Bantu Petani Majumu Tengah Tingkatkan Hasil Panen

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, secara langsung membuka acara dan menyampaikan pentingnya mengawal empat program unggulan Presiden Prabowo Subianto: swasembada pangan, hilirisasi pertanian, pengembangan biofuel, dan program makan bergizi gratis (MBG). Keempat agenda ini didorong untuk memberikan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Sorotan Pemerataan Alsintan untuk Wilayah Timur Indonesia

Salah satu perhatian utama dalam Munas HKTI X datang dari Senator Papua Selatan, Sularso, yang menyoroti pentingnya distribusi alsintan secara adil, khususnya untuk wilayah timur Indonesia seperti Merauke. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa transformasi pertanian harus berbasis teknologi dan keadilan infrastruktur agar dapat menyentuh akar rumput, terutama di kampung-kampung dan desa adat.

Papua Selatan dinilai sebagai wilayah yang sangat potensial dalam mendukung kemandirian pangan nasional. Merauke, misalnya, telah dikenal sebagai lumbung padi di Indonesia Timur. Namun, menurut Sularso, potensi ini belum cukup bila tidak didukung oleh sistem pendampingan petani, pembangunan jaringan distribusi alsintan, dan pelatihan operator lokal, terutama dari kalangan Orang Asli Papua (OAP).

Isu penting lainnya adalah soal regenerasi petani. Tanpa dukungan terhadap petani milenial, keberlangsungan sektor pertanian akan sulit dijaga. Inilah sebabnya, dalam forum Munas HKTI X, Sularso mendorong pembentukan Petani Muda Papua yang siap mengoperasikan teknologi modern dan menjadi tulang punggung pertanian masa depan.

Harfia Agriculture dan Komitmen Mewujudkan Pertanian Berbasis Teknologi

Sebagai salah satu brand alsintan nasional yang turut hadir meramaikan booth Munas HKTI X 2025, Harfia Agriculture menunjukkan peran nyatanya dalam mendukung agenda modernisasi pertanian. Di booth-nya, Harfia menampilkan salah satu unit unggulan seperti  Combine Harvester XCT-110 Max, yang telah digunakan secara luas oleh petani di berbagai wilayah untuk mengolah lahan dengan efisien dan hemat bahan bakar.

Munas HKTI X 2025: Harfia Agriculture dan Pemerataan Alsintan Nasional

Harfia juga aktif memberikan konsultasi teknis dan pelatihan langsung kepada para pengunjung acara, termasuk perwakilan kelompok tani dan brigade pertanian daerah. Komitmen ini menjadi bagian dari misi Harfia untuk mendorong adopsi teknologi pertanian yang inklusif, tidak hanya di Jawa atau Sumatera, tetapi juga hingga ke Papua Selatan, NTT, dan Sulawesi.

Selain menghadirkan produk alsintan berkualitas, Harfia juga memperkuat ekosistem dukungan layanan sebagai berikut:

  • Sparepart: Menyediakan distribusi suku cadang dan alat berat pertanian serta pertambangan secara lengkap.

  • Fair Price: Menawarkan harga yang kompetitif dan transparan, khususnya untuk kebutuhan alsintan dan heavy machinery.

  • Suppliers: Menjalin kemitraan strategis dengan pemasok terpercaya untuk menjamin mutu produk.

  • 24/7 Service: Memberikan layanan teknisi dan bantuan darurat yang siap menjangkau wilayah terpencil kapan pun dibutuhkan.

  • Equipments: Memiliki kelengkapan peralatan servis untuk memastikan penanganan unit yang maksimal di lapangan.

Menuju Pertanian Tangguh dan Keadilan Ekonomi Petani

Salah satu indikator keberhasilan reformasi pertanian adalah kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP), yang kini mencapai angka 121, tertinggi dalam sejarah Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa daya beli petani terhadap barang dan jasa di luar sektor pertanian meningkat signifikan. Harfia melihat peluang ini sebagai pintu untuk mempercepat adopsi teknologi, karena petani kini semakin sadar akan pentingnya efisiensi dan kualitas hasil.

Namun demikian, tantangan pemerataan tetap nyata. Papua Selatan, NTB, dan wilayah 3T masih memerlukan distribusi alsintan yang terencana dan adil. Harfia terus memperluas jaringan distribusi dan layanan ke daerah-daerah ini untuk memastikan bahwa setiap petani di pelosok pun mendapat akses teknologi yang sama.

Dengan semangat United in Strength, Harfia Agriculture membuktikan bahwa kolaborasi antar sektor; HKTI, pemerintah, dan industri adalah kunci menciptakan pertanian yang tangguh, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Munas HKTI sebagai Titik Tolak Gerakan Pertanian Modern

Munas HKTI X 2025 bukan sekadar forum organisasi. Ia adalah titik tolak bagi arah baru pertanian Indonesia. Sebuah gerakan nasional yang mengedepankan transformasi teknologi, pembinaan SDM petani, dan pemerataan infrastruktur alsintan ke seluruh pelosok negeri.

Harfia Agriculture hadir sebagai salah satu kekuatan dalam gerakan ini, bukan hanya sebagai produsen alat, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pertanian nasional. Keikutsertaan dalam Munas ini adalah simbol komitmen untuk terus mendukung visi besar pertanian Indonesia di era modern.

Font +
Font -